Hai..

Disini tempat untuk cuap-cuap dan berceloteh riang tentang segala hal.... tentang apa yah?? ;)
Powered By Blogger
Showing posts with label pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label pengetahuan. Show all posts

Friday, November 19, 2010

Menebak Jenis Kelamin Bayi Tanpa Bantuan USG

- detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Orangtua yang ingin tahu jenis kelamin calon bayinya biasanya akan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) saat trimester kedua. Tapi ada juga lho cara-cara yang tidak ilmiah yang dipercaya turun temurun hampir kebanyakan perempuan di dunia.

Tes USG memang tidak bisa menjamin akurasi 100 persen untuk menentukan jenis kelamin tapi dipercaya masih cara yang paling baik. Walaupun hingga kini masih banyak yang merasa tidak perlu mengetahui jenis kelamin bayi lewat USG biar ada kejutan saat kelahiran.

Meski begitu cara-cara tradisional atau naluri ibu banyak pula dilakukan perempuan untuk sekedar menebak buah hatinya. Hasilnya memang tidak dijamin 100 persen, tetapi banyak perempuan hamil yang telah membuktikannya selama beratus-ratus tahun.

Seperti dilansir eHow, Senin (15/11/2010) beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menebak jenis kelamin tersebut adalah:

1. Mengalami mual-mual parah selama trimester pertama itu pertanda akan mendapat bayi perempuan. Sebaliknya jika tidak mengalami mual-mual parah atau tingkat mualnya rendah pertanda anak laki-laki.

2. Tonjolan perut tinggi (runcing) pertanda anak lelaki. Sebaliknya jika tonjolan perut rendah pertanda anak perempuan.

3. Tubuh terasa lebih bengkak terutama pada paha dan pinggul dipercaya sebagai tanda anak perempuan yang sedang mengambil kecantikan ibunya. Tapi jika kelebihan berat badan cenderung ke depan itu pertanda anak lelaki.

4. Lebih suka makanan yang mengandung protein seperti daging serta suka makanan yang asin dan asam itu pertanda anak lelaki. Sebaliknya jika suka makanan manis dan buah-buahan pertanda anak perempuan.

5. Posisi tidur jika lebih suka arah utara dipercaya pertanda anak laki-laki, tapi sebaliknya jika lebih senang tidur ke arah selatan pertanda anak perempuan.

Memang belum ada bukti ilmiahnya, tapi dari pengalaman perempuan-perempuan hamil ciri-ciri tersebut terjadi saat mereka mengandung anak lelaki atau perempuan.

Wednesday, May 5, 2010

Adakah Manfaat Usus Buntu?

img


Jakarta, Tidak banyak yang mengetahui apa sesungguhnya fungsi usus buntu atau appendix. Ada pendapat yang mengatakan, organ kecil di antara usus kecil dan usus besar tersebut sudah kehilangan fungsi pada sistem pencernaan manusia moderen.

Ketika terjadi peradangan pada usus buntu, operasi pengangkatan pada umumnya tidak menimbulkan efek merugikan bagi pencernaan. Oleh karena itu, banyak yang mengatakannya sebagai salah satu vestigial organ atau organ sisa.

Tapi seperti dilansir Buzzle, Rabu (5/5/2010), manfaat usus buntu sesungguhnya diyakini masih ada pada era nenek moyang manusia. Ketika masih memakan tumbuh-tumbuhan, maka membutuhkan organ tambahan untuk mencerna kulit kayu yang keras. Karena itu, usus buntu dalam ukuran lebih besar juga terdapat pada herbivora.

Namun pendapat ini dinilai lemah, mengingat makanan yang dikonsumsi manusia moderen juga banyak yang susah dicerna. Jika memang teori tersebut benar, seharusnya fungsi usus buntu pada manusia masih dibutuhkan hingga sekarang.

Bagaimanapun lebih banyak yang meyakini bahwa tubuh manusia telah didesain dengan sangat canggih. Tidak mungkin ada organ yang diciptakan tanpa memiliki fungsi tertentu. Tidak masuk akal juga bila usus buntu diciptakan hanya sebagai organ dekoratif.

Dalam artikel yang dipubliskasikan Scientific American, Loren G. Martin yang merupakan pakar dari Oklahoma State University menyatakan satu pendapat tentang fungsi usus buntu. Menurutnya usus buntu punya peran pada janin saat berada dalam kandungan.

Saat janin berusia 11 minggu, sel-sel endokrin teramati pada usus buntu. Sel-sel tersebut memproduksi beberapa hormon amina dan peptida biogenik, yang berperan dalam mekanisme homeostatik pada janin.

Ketika lahir kemudian tumbuh dewasa, ia meyakini usus buntu masih berperan pada sistem imun tubuh. Usus buntu menjadi lokasi penumpukan jaringan limfoid sejak bayi lahir hingga berusia 20-30 tahun.

Akumulasi jaringan tersebut membantu pematangan salah satu sel darah putih yakni B-limfosit. Selain itu, juga berperan dalam pembentukan salah satu antibodi yakni immunoglobulin A (IgA).

Tak hanya itu, pada tahun 2007 para peneliti dari Duke University Medical Centre menemukan bukti baru. Dikutip dari ABA, Rabu (5/5/2010), usus buntu merupakan sarang bakteri baik yang berperan dalam pemulihan kondisi usus pasca serangan penyakit.

Pada kondisi normal, sistem pencernaan manusia dipenuhi bakteri baik yang membantu mengurai makanan. Namun sejumlah besar bakteri itu mati pada saat terserang penyakit seperti disentri atau kolera.

Menurut penelitian tersebut, dalam kondisi inilah usus buntu punya peran bagi populasi bakteri baik. Selain sebagai tempat untuk bersembunyi dari serangan penyakit tersebut, juga untuk berkembang biak.

Hingga kini, berbagai penelitian untuk mengungkap fungsi lain dari usus buntu masih terus dilakukan. Sebab jika memang punya fungsi, pencegahan radang usus buntu harus lebih diprioritaskan daripada operasi pengangkatan

detikHealth

Sunday, November 1, 2009

Sejarah Hajar Aswad

Ibrahim as diperintahkan Allah swt membangun kembali Ka’bah. Ia memenuhi perintah itu dibantu putranya, Isma’il as. Saat hampir selesai mengerjakannya, Ibrahim as merasa ada yang kurang pada Ka’bah. Kemudian ia memerintahkan putranya, “Pergilah engkau mencari sebuah batu lagi yang akan aku letakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia.”

Isma’il as mematuhi perintah ayahnya. Ia pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. Ketika sedang mencari, malaikat Jibril datang pada Ismâ’il as dan memberinya sebuah batu yang cantik. Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya. Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali.

Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya, “Dari mana kamu peroleh batu ini?” Isma’il as menjawab, “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu.” Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Ismâ’il as.

Begitulah, sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu. Umar bin Khathab pernah menyampaikan bahwa Rasulullah saw sendiri pernah menciumnya. Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya ia berkata, “Demi Allah, aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.” [Hadits No. 228 Kitab Sahih Muslim].

Dalam perjalanan sejarah, batu ini telah mengalami banyak peristiwa. Batu ini pernah hilang dan pecah. Kementerian Urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi dalam situsnya memberikan detail sejarah peletakan kembali Hajar Aswad ini sebagai berikut:

1. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim as. dan batu itu adalah permata yang berasal dari Surga.

2. Ketika Bani Bakar bin Abdi Manaf bin Kinanah bin Ghaisyan bin Khaza'ah mengusir keturunan Jurhum dari Mekah, Amr bin Harits bin Madhadh Al Jurhumi keluar membawa dua patung emas kepala rusa dan Hajar Aswad dan dipendam di sumur Zamzam seterusnya mereka berangkat menuju Yaman.

3. Pemendaman Hajar Aswad di dalam sumur Kakbah tidak bertahan lama karena seorang wanita dari Khaza`ah memberitahukan kepada kaumnya bahwa dia melihat orang Jurhum memendam Hajar Aswad di sumur Zamzam. Kemudian mereka meletakkan Hajar Aswad kembali ke tempatnya. Hal ini terjadi sebelum pembangunan oleh Qushay bin Kilab.

4. Setelah Mekah dikuasai oleh suku Qaramitah di bawah pimpinan Abu Tahir Al Qarmuthi, mereka membantai 1700 orang di Mesjidilharam, sebagian bergelantungan di Kakbah kemudian mereka memenuhi sumur Zamzam dengan mayat-mayat. Mereka merampas harta orang-orang dan perhiasan Kakbah, merobek-robek kiswah penutup Kakbah dan membagikannya kepada kawan-kawannya, merampok benda-benda berharga dalam Kakbah, melepas pintu Kakbah dan memerintahkan pula untuk mengambil talang emasnya. Pada tanggal 7 Zulhijah tahun 317 H. Abu Tahir Al Qarmuthi menduduki kota Mekah dan mencopot Hajar Aswad dari tempatnya secara paksa. Abu Tahir memerintahkan Jakfar bin Ilaj untuk mencopot Hajar Aswad dan membawanya pada tanggal 7 Zulhijah 317 H. Setelah dia melakukan kebiadaban dengan membunuh orang-orang yang sedang tawaf, iktikaf dan salat. Mereka membawa Hajar Aswad ke negerinya. Setelah itu tempat Hajar Aswad kosong. Orang-orang yang tawaf hanya meletakkan tangannya di tempatnya saja untuk mendapatkan berkahnya. Akhirnya Hajar Aswad dikembalikan ke tempatnya pada hari Selasa tanggal 10 Zulhijah tahun 339 H. setelah 22 tahun Kakbah kosong dari Hajar Aswad.

5. Pada tahun 363 H. datang seorang laki-laki dari Romawi. Saat ia mendekati Hajar Aswad, ia mengambil cangkul dan memukulkannya dengan kuat ke pojok tempat Hajar Aswad hingga berbekas. Ketika ia akan mengulangi perbuatannya, seorang Yaman datang dan menikamnya sampai roboh.

6. Pada tahun 413 H. Bani Fatimiyah mengirim sebagian pengikutnya dari Mesir di bawah pimpinan Hakim Al Abidi, di antaranya ada seorang laki-laki yang berkulit merah dan berambut pirang serta berbadan tinggi besar, sebelah tangannya menghunus pedang sedang yang sebelah memegang pahat, lalu dipukulkannya ke Hajar Aswad sebanyak tiga kali hingga pecah dan berjatuhan, sambil berkata, "Sampai kapan Batu hitam ini disembah, sekarang tidak ada Muhammad atau Ali yang dapat melarangku dari perbuatanku, kini aku ingin menghancurkan Kakbah." Kemudian pasukan berkumpul untuk membunuh dia dan berikut para pembantunya.

7. Pada tahun 990 H. datang seorang laki-laki asing (bukan orang Arab) membawa sejenis kampak dan dipukulkannya ke Hajar Aswad, Pangeran Nashir menikamnya dengan belati hingga mati.

8. Di akhir bulan Muharram tahun 1351 H. datang seorang laki-laki dari Afghanistan. Ia mencungkil pecahan Hajar Aswad dan mencuri potongan kain Kiswah serta sepotong perak pada tangga Kakbah. Penjaga masjid mengetahui perbuatan itu kemudian menangkapnya, diapun dihukum mati. Pada tanggal 28 Rabiul Akhir tahun 1351 H. datang Raja Abdul Aziz bin Abdur Rahman Al Faisal As Saud ke Mesjidharam dalam rangka perekatan pecahan Hajar Aswad akibat perbuatan tentara terkutuk tadi. Perekatan tersebut dilakukan setelah diadakan penelitian oleh para ahli untuk menentukan bahan khusus yang digunakan untuk merekat batu pecahan Hajar Aswad yaitu berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar.

sumber

HAJAR Aswad (batu hitam) diyakini sebagai batu surga. Oleh karena itu tidak heran jika jemaah haji dari seluruh pelosok dunia merindukannya, bahkan saling berebut ingin menciumnya.

Batu hitam itu terletak di sudut Selatan Ka'bah pada ketinggian 1,10 meter dari lantai Masjidil Haram berukuran panjang 25 cm dan lebar 17 cm.


Sekarang ini, Hajar Aswad pecah menjadi 8 bongkah dan kedelapan bongkahan itu masih tersusun rapi pada tempatnya seperti sekarang.

Pecahnya batu itu terjadi pada zaman Qaramithah, yaitu sekte dari Syi'ah Al-Bathiniyyah dari pengikut Abu Thahir Al-Qaramathi yang mencabut Hajar Aswad dan membawanya ke Ihsa' pada tahun 319 Hijriyah. Tetapi batu itu dikembalikan lagi pada tahun 339 Hijriah.

Gugusan yang terbesar berukuran sebuah kurma yang tertanam di batu besar lain dan dikelilingi oleh ikatan perak. Inilah batu yang senantiasa dirindui setiap Muslim dan berusaha untuk dapat menciumnya atau ber-ihtilam (menyalaminya atau mencium tangan ketika tawaf). Batu yang terletak dalam lingkaran perak itulah yang diusahakan jemaah haji untuk dapat menciumnya, artinya bukan batu yang berada di sekitarnya.

Hajar Aswad pernah mengalami renovasi pada zaman Raja Fahd, yaitu pada bulan Rabi'ulawal 1422 Hijriyah. Setiap tahun menjelang musim haji, batu ini dibersihkan sekaligus dilakukan pencucian Kakbah yang kadang-kadang memberi kesempatan kepada tamu-tamu kerajaan menyaksikan pencucian Kakbah ini sekaligus mencium Hajar Aswad.

Dari jaman dulu orang sering berebut mencium batu ini dan sekarang sudah banyak "joki" yang bisa dibayar untuk membantu orang yang akan mencium Hajar Aswad ini (walau saya sangat tidak setuju dengan praktek ini).

Banyak juga yang memanfaatkan hal ini, bagi saya saat mencium Hajar Aswad itu semua kehendak Allah, tidak usah berdesakan dan bersikutan.

Jangankan musim Haji, saat Umrohpun yang relatif tidak banyak orang saja sangat sulit mendekati Hajar Aswad, tidak perduli anda datang jam berapapun.

Kalau tidak karena kehendakNya janganlah memaksakan diri anda, jangan menggunakan joki, karena akan menyakiti jemaah lain yang disikut atau didorong joki hanya sekedar memberi kesempatan anda mencium batu tersebut.

Kisah mengenai Hajar Aswad sebagai berikut :

Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Ka'bah banyak kekurangan yang dialaminya.

Pada mulanya Ka'bah itu tidak ada pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail a.s berikhtiar untuk membuatnya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung.

Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembangunan Ka'bah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim a.s masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Ka'bah. Nabi Ibrahim a.s berkata kepada Nabi Ismai a.sl, "Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia."


Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit kebukit yang lain untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik. Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s.

Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, "Dari mana kamu dapat batu ini?"

Nabi Ismail a.s berkata, "Batu ini kuterima dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril)." Nabi Ibrahim a.s mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s.

Sampai sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa saja yang bertawaf di Ka'bah disunnahkan mencium Hajar Aswad.

Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan saja dari jauh.


Ada riwayat menyatakan bahwa dulunya batu Hajar Aswad itu berwarna putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Ka'bah, akhirnya menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a'alam.

Apabila manusia mencium batu itu maka timbullah perasaan seolah-olah mencium ciuman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Hajar Aswad itu merupakan tempat diperkenan doa. Bagi yang ada kesempatan menciumnya, berdoalah di sana, Insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah.

Jagalah hati kita sewaktu mencium Hajar Aswad supaya tidak menyekutukan Allah, sebab tipu daya syaitan sangat kuat di Tanah Suci Mekah.

Diriwayatkan bahawa ketika Rasullullah SAW. Melaksanakan ibadah haji, beliau mengenderai seekor unta berpelana usang, berlapis kain yang harganya tidak mencapai empat dirham. Dan ketika pulang, beliau bersabda, “Ya Allah, jadikanlah ini haji mabrur, tidak tersisip didalamnya perasaaan riya’ atau ingin ketenaran.”

Demikian pula Umar bin Khattab, selesai melakukan tawaf di Ka’bah, ia mencium Hajar Aswad lalu menangis, kemudian berkata : “Demi Allah, aku sedar bahawa engkau ini batu, tidak bisa membawa manfaat ataupun mudarat. Kalau saja tidak kerana aku pernah menyaksikan Rasullullah saw. Melakuka seperti ini (yakni mencium Hajar Aswad), niscaya aku tidak akan melakukannya”.

Kemudian ia menoleh ke belakang dan melihat Ali bin Abi Talib. Maka Umar pun berkata kepadanya: “Hai Abu’l-Hasan (julukan Ali bin Abi Thalib r.a.), di sinilah tempat mencucurkan air mata.”

Tetapi Ali r.a. berkata kepadanya, “Sesungguhnya Hajar-Aswad ini, wahai Amirul-Mukminin, bisa membawa manfaat dan mudarat. Karena ketika Allah SWT. , mengambil ikrar anak-cucu keturunan Adam s.a. dan berkata kepada mereka, “Bukankah Aku ini Tuhan kalian?’, Ia menuliskan suatu tulisan (yang berisi ikrar mereka itu) lalu menyimpannya di dalam batu ini. Maka batu ini pun bersaksi bagi siapa-siapa yang menciumnya (atau menyentuhnya) dengan keyakinan yang benar.”

sumber 2


Wednesday, August 5, 2009

KardinaL (Kamus Tradisional Online)

Ngutip dari kaskus (bangga dengan almamater nih.. ;) sukses yah..)

Tim dari SMA 39 Cijantung dengan Aplikasi KardinaL (Kamus Tradisional Online)

Anggota timnya =
• Fauzan Helmi Sudaryanto (nick Kaskus = u j a n)
• Rice Anggrayni




KardinaL - Kamus Tradisional Online - adalah kamus online yang konsepnya dibuat untuk menghadirkan beberapa bahasa tradisional dalam satu kesatuan.

Hilangnya adat dan budaya yang kian hari kian meningkat menjadi latar belakang dari lahirnya KardinaL ini. Banyaknya bagian dari kultur bangsa kita yang diakuisi oleh pihak luar, menjadikan KardinaL sebagai sebuah alat ampuh untuk mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa yang tersisa.

KardinaL menggunakan engine Glossword, sebuah glossary compiler yang ditulis dengan bahasa PHP. Glossword sendiri dilisensikan di bawah bendera GPL, dan KardinaL merupakan salah satu hasil pengembangannya.

Hingga saat ini, KardinaL masih dalam tahap perkembangan untuk terus menambah database kamus yang ada. Semua warga negara Indonesia dapat turut aktif berpartisipasi dalam open project KardinaL ini dengan menjadi kontributor melalui prosedur yang sudah ditentukan. Untuk menjadi kontributor, anda dapat memulainya dgn mengunjungi website = http://www.kamus-tradisional.web.id/

Thursday, July 23, 2009

Nomor Induk Kependudukan

Habis baca2 koran Kompas hari ini, tgl 23 Juli 2009, jadi ingin tau lebih jelas tentang NIK yg ada di KTP.........

Lebih lengkapnya ada di peraturan :
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 37 TAHUN 2007
TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN


=============================================================

Nomor Induk Kependudukan, selanjutnya disingkat NIK, adalah nomor identitas Penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai Penduduk Indonesia

BAB IV
NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN

Pasal 36
(1) Pengaturan NIK meliputi penetapan digit NIK, penerbitan NIK dan pencantuman NIK.
(2) NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan secara nasional oleh Menteri.

Pasal 37
(1) NIK terdiri dari 16 (enam belas) digit terdiri atas:
a. 6 (enam) digit pertama merupakan kode wilayah provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan tempat tinggal pada saat mendaftar;
b. 6 (enam) digit kedua adalah tanggal, bulan, dan tahun kelahiran dan khusus untuk perempuan tanggal lahirnya ditambah angka 40; dan
c. 4 (empat) digit terakhir merupakan nomor urut penerbitan NIK yang diproses secara otomatis dengan SIAK.
(2) 16 (enam belas) digit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diletakkan pada posisi mendatar.

Pasal 38
(1) NIK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 diterbitkan oleh Instansi Pelaksana.
(2) NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berlaku seumur hidup dan selamanya, tidak berubah dan tidak mengikuti perubahan domisili.
(3) NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan setelah dilakukan pencatatan biodata penduduk sebagai dasar penerbitan KK dan KTP pada Instansi Pelaksana tempat domisili yang bersangkutan.
(4) Penerbitan NIK bagi bayi yang lahir di luar wilayah administrasi domisili, dilakukan setelah pencatatan biodata penduduk pada Instansi Pelaksana tempat domisili orang tuanya.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara penerbitan biodata penduduk, KK dan KTP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) diatur dalam Peraturan Presiden.

sumber
=============================================================

oya, bener juga yg "khusus untuk perempuan tanggal lahirnya ditambah angka 40", karena nomor KTP ku.. **.****.600580.**** --> tanggal lahirku kan tanggal 20 tuh.. ;)

Friday, May 22, 2009

Berasal dari Manakah Minyak Bumi itu?




Saat ini, sejumlah besar ilmuwan secara umum berpendapat bahwa minyak bumi adalah makhluk hidup purbakala yang di bawah tekanan suhu tinggi dan setelah melalui proses pengolahan dalam jangka waktu yang panjang serta lamban, maka makhluk hidup zaman purbakala baru berubah menjadi minyak bumi. Namun, yang membuat para ilmuwan bingung adalah sebenarnya butuh berapa kali organisme prasejarah dalam skala besar terkumpul dan terkubur, baru bisa menghasilkan minyak bumi yang sedemikian banyak seperti sekarang ini?

Masalah ini terjawab di majalah Scientist akhir November 2003. Penulis artikel tersebut yakni Jeffry S. Dukes dari Universitas Utah, melalui hasil hitungan dari data industri dan geokimia serta biologi yang ada sekarang: 1 galon minyak bumi Amerika, ternyata membutuhkan 90 ton tumbuhan purbakala sebagai bahan material, artinya 1 liter minyak bumi berasal dari 23,5 ton tumbuhan purbakala. Lalu berapa tumbuhan yang dapat mencapai 23,5 ton itu? Hasil hitungan didapati, bahwa itu setara dengan 16.200 meter persegi jumlah tanaman gandum, termasuk daun, tangkai dan seluruh akarnya.


Mengapa membutuhkan makhluk hidup purbakala dalam jumlah yang sedemikian besar baru bisa mengubahnya menjadi minyak bumi? Penyebabnya adalah bahwa minyak bumi harus di bawah tekanan suhu tinggi, dengan demikian baru bisa menghasilkan minyak bumi, lalu setelah makhluk hidup purbakala mati, jika penguburan tidak cepat, maka akan lapuk dan terurai. Namun, masalahnya adalah sebenarnya berapa besar rasio makhluk hidup purbakala berubah menjadi energi fosil? Penulis mengatakan: Kurang dari 1/10.000! Sebab sebagian besar karbon kembali ke atmosfer setelah melalui penguraian. Dan sejumlah kecil yang tersisa baru dapat berubah menjadi bahan bakar fosil.


Selanjutnya penulis mengatakan: "Berdasarkan hitungan jumlah pemakaian minyak bumi seluruh dunia tahun 1997, energi fosil yang dihabiskan seluruh dunia waktu itu setara dengan 400 kali lipat jumlah semua tumbuhan di atas bumi yang bisa menghasilkan minyak."


Dilihat dari segi lainnya, data geologi menunjukkan, bahwa bumi pada zaman purbakala mutlak tidak mungkin lebih besar ukurannya dibanding bumi saat ini, lagi pula jumlah kandungan oksigen di udara dan suhu udara pada zaman purbakala kurang lebih 30% lebih tinggi dibanding bumi saat ini, atau dengan kata lain, kecepatan busuknya makhluk hidup lebih cepat dibanding sekarang. Seandainya minyak bumi berasal dari jasad makhluk hidup melalui sirkulasi karbon, maka meskipun bentuk tubuh makhluk hidup purbakala lebih besar, namun jika rasio penguburan lebih cepat dan skala besar malahan sangat rendah juga akan sangat sulit, ini adalah yang bisa diketahui dari fosil dinosaurus yang tidak sempurna dan tidak banyak jumlahnya, yang hanya dapat kita gali sekarang ini. Sebuah fosil individual dinosaurus yang demikian tidak mudah untuk disimpan, lalu berapa besar rasionya jasad dinosaurus dalam skala besar yang harus segera dikubur?


Dilihat dari inferensi ilmu pengetahuan nyata modern, jika hipotesa mengenai jasad dinosaurus berubah menjadi minyak bumi sulit dipertahankan, maka bagaimanapun juga rasanya sang arif penciptanya atau sang dewa penciptanya juga merupakan suatu jalan pemecahannya!

(erabaru.or.id)*

Borobudur, Kompleks Stupa Terbesar Di Dunia


Borobudur, salah satu keajaiban dunia, adalah bangunan paling agung yang dipersembahkan manusia kepada Sang Buddha Sakyamuni.

Borobudur terletak di pulau Jawa, berjarak 40 km sebelah barat laut kota Yogyakarta, ia merupakan stupa tertua dan juga kompleks stupa terbesar di dunia. Namanya tercatat sebagai pewarisan budaya dunia oleh UNESCO dan dianggap sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Borobudur didirikan pada abad ke 8 dan 9, kemungkinan oleh Dinasti Syailendra yang kala itu memerintah pulau Jawa, pembangunan proyek tersebut berlangsung selama 75 tahun.

Konon Raja Asoka-India pernah membagi relik (salira) dari Buddha Sakyamuni menjadi 84.000 butir dan menyebarkan serta menguburnya di seluruh pelosok dunia. Demi menyimpan sarira asli dari Buddha Sakyamuni, kerajaan Syailendra telah memobilisasi beberapa puluh ribu orang, barulah menyelesaikan bangunan indah nan megah dan berskala besar tersebut.

Borobudur berbentuk piramida berundak, terbagi atas 9 lapis lantai, 6 lantai bagian bawah berbentuk platform bujur sangkar, lingkaran terluarnya dipenuhi dengan galeri relief, merupakan gudang pusaka seni pahat yang tersohor di dunia, dengan panjang seluruhnya mencapai 2,5 km, sehingga Borobudur bersama dengan piramida Mesir, Tembok Besar-Tiongkok dan Angkor Wat-kambodja dinamakan sebagai 4 keajaiban kuno dari timur. Ia tersusun oleh 1.600.000 buah batu cadas gunung berapi dan dibangun di atas bukit cadas kerdil dengan 265 m ketinggian dari atas permukaan laut, adalah stupa Buddha tunggal terbesar di dunia. Asal muasal nama “Borobudur” diperkirakan dari bahasa Sansekerta yakni “Vihara Buddha Ur”, yang bermakna “kuil Buddha dari puncak gunung”.



   Sebuah patung Buddha dengan posisi simpul tangan/mudra: Mudra Memutar Roda Hukum / Dharmacakramudra. (wikipedia)



Sebuah patung Buddha dengan posisi simpul tangan/mudra: Mudra Memutar Roda Hukum / Dharmacakramudra. (wikipedia)


Pada 1006 dalam sebuah letusan dahsyat gunung berapi, Borobudur terkubur di bawah berlapis-lapis abu gunung berapi, situs kuno agama Buddha yang terkubur dan terlelap dalam tidurnya hingga pada suatu hari di tahun 1814 baru ditemukan kembali dari balik lebatnya hutan belantara tropis. Kala itu Raffles wakil gubernur Inggris untuk Jawa yang sedang menduduki pulau Jawa, mendengar cerita para pemburu dan penduduk tentang sebuah candi besar yang tersembunyi di dalam hutan belantara, maka ia mengutus insinyur WN-Belanda untuk melakukan survey, akhirnya Borobudur melihat kembali sinar sang surya. Pada 1973 melalui bantuan Unesco, yang melancarkan restaurasi berskala besar barulah Borobudur memancarkan wajahnya seperti yang terlihat hari ini.

Kenapa Borobudur 100 tahun setelah selesai dibangun orang-orang Jawa tidak berkunjung lagi ke tempat tersebut, bahkan telah mencampakkan komplek tersebut, hingga kini masih saja merupakan sebuah misteri.

Relief Menunjukkan Taraf Alam Tiga DuniaKarakter manusia di dalam tiga dunia agama Buddha, Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu yang terpampang pada relief.

Karakter manusia di dalam tiga dunia agama Buddha, Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu yang terpampang pada relief.














Borobudur terutama terdiri dari tiga bagian yakni: fondasi candi, badan candi dan puncak candi; fondasi candi bertengger di sebuah dudukan berbentuk bunga lotus raksasa, pada dindingnya terukir relief yang masing-masing mewakili pemandangan taraf alam tiga dunia ajaran agama Buddha, Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu. Di dalam Kamadhatu manusia tak dapat melepaskan dirinya dari berbagai nafsu keinginan dan kegelisahan dimana masih eksis dunia surga/kenikmatan, dunia manusia ‘yang berakal budi’, dunia asyura/angkara murka, dunia margasatwa/nafsu hewani, dunia kelaparan/keserakahan, dunia kesengsaraan/penderitaan; di dalam dunia Rupadatu, manusia telah melepas segala nafsu dan telah mengurangi banyak aneka kegelisahan, tetapi masih eksis bentuk; sesampainya di Arupadhatu, kegelisahan meski masih eksis, tetapi bentuk tak terlihat lagi.

Borobudur memiliki 4 pintu masuk pada empat sisinya, pintu-pintu tersebut dijaga oleh 32 singa-batu. Pintu masuk utama terletak di timur, cerita relief juga dimulai dari titik tersebut. Setiap tingkat juga mewakili sebuah taraf alam kultivasi, dimulai dari tingkat terbawah yang mewakili dunia Kamadhatu, relief di sekitarnya melukiskan norma-norma moralitas di dunia, mempropagandakan siklus sebab-akibat, reinkarnasi, melukiskan penderitaan neraka dan kebahagiaan jalan ke surga serta fragmen kehidupan; kemudian pada lantai/terrace pertama tentang kelahiran sang Buddha dan kisah perjalanan hidupnya, selanjutnya adalah sejumlah plot dari dalam kitab Buddha tertera pada beberapa lantai/terrace. Berjalan menyusuri galeri pada lantai terbawah bertahap menuju ke atas, bagaikan perjalanan dari dunia fana melangkah ke dunia Sukhavati (kebahagiaan absolut). Para penganut melangkahkan kakinya sambil menyimak berbagai sudut pandang/taraf alam setelah berhasil dalam pelepasan keterikatan di dalam perjalanan kultivasinya, sang arsitek berharap relief-relief itu bisa menuntun manusia dalam memperoleh hikmah pencerahan, setelah melihat ribuan relief yang terpampang, melepas belenggu dunia fana, tibalah di titik pusat, berupa stupa besar yang melambangkan sang Buddha, keadaan tiba-tiba berubah terbuka-lepas, bentuk candi dari persegi menjadi 3 tingkat platform/terrace bulat dan di atasnya terdapat 72 buah stupa, bagaikan bintang-bintang yang mengerumuni rembulan berupa stupa besar di titik sentral.

Patung Buddha di puncak Borobudur dan stupa sarira

Patung Buddha di puncak Borobudur dan stupa sarira
















Bentuk bujur sangkar dengan ukiran yang detil dan halus di dunia Rupadhatu, di dunia Arupadhatu telah berubah menjadi bentuk bulat yang tak berhias, ini melambangkan orang-orang yang semula terikat dengan nafsu dan rupa dari dunia Rupadhatu telah berhasil menyeberang ke dunia Arupadhatu. Selain cerita tentang alam semesta dari agama Buddha yang terpahat di atas batu, Borobudur juga mempunyai sejumlah patung Buddha dengan posisi tegap duduk bersila-ganda di atas dudukan berbentuk bunga lotus, mereka tersebar di badan candi berbentuk bujur sangkar sebanyak 5 lantai dari (dunia Rupadhatu) dan 3 lapis lantai berbentuk bulat di puncak stupa yakni dunia Arupadhatu.

Masing-masing patung Buddha di badan candi tersebut disemayamkan di dalam cekukan dinding, mengelilingi sisi luar pagar, seiring dengan luasan yang semakin menyempit, jumlah patung Buddha juga semakin berkurang. Patung-patung tersebut dilihat sekilas berbentuk sama, namun posisi mudra (simpul-tangan) mereka ternyata berlainan. Patung Buddha di badan candi dan di puncak candi total berjumlah 504 buah, 300 diantaranya rusak sebagian (kebanyakan hilang kepalanya), sedangkan sebanyak 43 buah hilang tak berbekas.

Imbalan Sebab Akibat Mengingatkan Manusia Di Bumi

Fondasi candi adalah sebuah bangunan berbentuk bujur sangkar dengan panjang 123 m dan tinggi 4 m, pada 1885 di bawah fondasi candi telah ditemukan sebuah relief tersembunyi, 160 diantaranya adalah relief yang melukiskan realita dunia fana (Kamadhatu), relief mengisahkan kehidupan riel orang zaman dahulu, ada tentara, pemijat, anak kecil, wanita, pendoa dan melukiskan imbalan hukum sebab akibat agama Buddha, di antaranya terdapat sebuah relief yang menggambarkan orang yang tidak menjaga perkataannya, dimana-mana mencipta gossip tak terasa telah berbuat dosa, mulut orang-orang tersebut ditonjolkan dengan cara penyajian hiperbol, guna mengingatkan manusia agar berkultivasi mulut dan mengakumulasi kebajikan.

Puncak candi berjarak 35 m dari atas tanah, dibentuk oleh massa silindris dengan titik poros sama dan berjumlah 3 tingkat, pada setiap tingkat didirikan satu lapis stupa yang berlubang-lubang, patung Buddha diletakkan di dalam stupa sarira berbentuk lonceng, konon apabila dapat menyentuh patung di dalam stupa tersebut bisa mendatangkan rezeki, maka itu para turis acapkali melalui lubang tersebut berusaha menyentuh patung Buddha memohon berkah (dikatakan cara menyentuhnyapun tidak sama untuk pria dan wanita, jika tidak, tak akan efektif).

Sesungguhnya candi secara utuh sudah memberitahu manusia bahwa “Segala hukum yang dilakukan dengan niat disengaja, bagaikan gelembung impian.” Hanya melalui kultivasi hatilah baru bisa mencapai puncak paling atas dari kehidupan, juga baru bisa menapaki puncak dari candi bulat.

Perbandingan Candi Mengandung Kalender Dan Ilmu Falak Serta Konsep Alam Semesta

Legenda Jawa menganggap Gunadharma adalah insinyur pembangun Borobudur. Siapa dia, hanya sedikit diketahui orang. Satuan yang ia pergunakan dalam masa proyek disebut Tala, adalah jarak rambut pada dahi hingga ke dasar dagu, atau merentangkan semaksimal mungkin ibu jari dan jari tengah maka jarak antara dua jari itulah. Meski satuan panjang seperti itu setiap orang bisa tidak sama, tetapi ukuran candi ternyata sangat presisi. Statistik pada 1977 ditemukan bahwa setiap bagian candi membentuk perbandingan 4 : 6 : 9. Kemudian orang-orang di candi Pawon dan Mendut yang tak jauh dari Borobudur telah menemukan perbandingan yang sama. Para ilmuwan menduga perbandingan ini mengandung makna pengkalenderan, ilmu falak dan konsep alam semesta, seperti halnya Angkor Wat di Kamboja.

Borobudur adalah hasil karya tak ternilai di dalam kebudayaan agama Buddha, seluruh bangunan menggunakan 550.000 m3 bebatuan. Permukaan reliefnya ada yang mengisahkan sesuatu hal, ada juga yang hanya berupa hiasan; ada yang mengisahkan agama Buddha, ada pula dongeng rakyat, figur orang-orang tersebut sangat hidup, dengan struktur rumit dan proporsi yang tepat.

Dari dasar candi hingga ke puncak, telah menceritakan kisah perjalanan seorang manusia biasa yang berkultivasi menjadi Buddha Tatagatha. Terdapat total 504 buah patung Buddha dengan pose tangan berlainan, yang masing-masing ditempatkan ke dalam stupa dan di dalam candi sarira yang terdapat di puncak candi, juga terdapat 1.460 buah relief cerita, 1.212 buah relief hiasan, panorama yang indah megah, ia adalah kelompok candi Buddha yang terbesar, juga situs kebudayaan umat manusia yang agung.

Tepat 3 tahun lalu pada Mei 2006, sebuah gempa tektonik 6,2 skala Richter mengguncang hebat wilayah pesisir selatan Jawa Tengah. Menimbulkan kerugian tewas dan terluka dan kerusakan parah pada sebagian kota Yogyakarta akan tetapi Borobudur masih tetap tegar berdiri dengan tenteram. (Epochtimes/Whs)

sumber

biola













Biola termasuk salah satu jenis dari kelompok Violin, yang terdiri dari: Biola kecil, biola menengah, biola besar dan biola-bass, perbedaannya terletak pada ukurannya, namun cara berbunyi dan cara resonansinya sama.

Biola dimainkan dengan cara digesek, pada umumnya disebut: alat musik gesek/senar-busur. Asal usul alat musik gesek termasuk cukup lama di dalam sejarah umat manusia, seiring dengan penyebaran kebudayaan dan perubahan sejarah, oleh karena itu di wilayah berbeda kemungkinan terdapat sebutan berbeda untuk satu alat musik yang sama, atau bisa saja sebuah sebutan yang sama tapi yang dimaksud alat musik berbeda, perlahan-lahan seiring dengan situasi endemiknya maka telah berkembang menjadi alat musik yang beraneka-ragam.

KELAHIRAN

Menurut catatan kuno bangsa Aria di India, pada 5.000 tahun yang lampau, Raja Ravana dari negara Sri Langka telah mencipta alat musik yang menggunakan senar-busur, yakni Ravanastron, kemudian Ravanastron menyebar ke Afghanistan dan Persia, pada awal abad ke 1, semasa zaman kerajaan Da Yue Shi di Afghanistan, bentuk instrumen musik itu berubah menjadi bentuk Pipa (alat musik petik dari Tiongkok), papan atasnya datar, punggungnya berasal dari kayu utuh yang dipahat cekung, agak halus, nada dan resonansinya agak besar. Pada abad ke 7 menyebar ke wilayah Arab dan sewaktu zaman keemasan Islam namanya diubah menjadi Rebab.

PENYEBARAN KE EROPA

Sekitar abad ke 8, seiring dengan perluasan pengaruh Islam, Rebab masuk ke Spanyol, kala itu Spanyol dibawah kekuasaan dinasti Aragon, orang Spanyol menyebut instrumen tersebut sebagai Rebec atau Rebeca. Dalam waktu bersamaan juga memasuki Roma, Yunani, Eropa Timur dan Italia.


Pada abad pertengahan di Eropa, wilayah perkembangan alat musik gesek ialah Italia, Jerman dan Perancis, meskipun asal usul alat musik gesek bukan di Eropa, tetapi telah dibesarkan dan berjaya di Eropa. Alat musik gesek yang mula-mula masuk ke Eropa terdiri dari 2 macam yakni: Pegangan vertical dan Pegangan di atas lengan.


Biola dengan pegangan vertical adalah cara penyajian awal dari alat musik gesek, semenjak awal Rebab-Arab sampai ke Rebeca, hingga setelah ratusan tahun perubahan dari Rebeca menjadi Viol, semuanya dimainkan dengan vertical, sampai dengan abad ke 18 digantikan dengan kepopuleran Biola. Namun cara pegangan vertical sampai sekarang dapat dipertahankan pada alat musik berbagai daerah, misalnya: Hu Qin (baca: Hu Jin) dari Tiongkok, Gadulka dari Eropa Timur, Sarangi dan Sardi dari India, Morinchur dari Mongolia dll.


Biola dengan cara pegang di atas lengan dimainkan dengan meletakkan Rebeca di atas punggung tangan atau dijepit di bawah rahang, kemungkinan terpengaruh oleh Lyra dari Mesir, juga dikarenakan akibat pengaruh pementasan keliling penyair gelandangan Eropa dengan seniman nomad, itulah pionir/bentuk awal dari biola modern.


Viol muncul lebih dulu 1 abad dibandingkan Biola, karena ia pegangan vertical, maka ia bukanlah bentuk awal Biola, kemudian kedua alat musik itu eksis bersama-sama selama 2 abad. Suara Viol jelas dan manis, lembut dan elegan, itulah sebabnya biasanya dimainkan di forum high society, seperti di dalam istana; sedangkan volume Biola agak besar, suaranya brilian dan indah, bisa dimainkan antara level kuat dan lemah, maka itu lebih sesuai dengan forum yang luas, seperti assembly dan ball room-hotel dll. Kemudian pada sekitar abad ke 17 (th 1650), jelas Biola lebih disukai oleh dunia, kebutuhan dan posisi Biola semenjak saat itu melampaui Viol.

KELAHIRAN BIOLA

Di bawah pertukaran dan hantaman budaya, Biola modern paling awal muncul pada abad ke 16 (sekitar th 1520) di Italia-utara, abad 16 adalah saat-saat tergemilang dari zaman Renaissance, dengan latar belakang Renaissance, lambat laun Biola mengarah ke bentuk modern sekarang ini, pembuatannya halus, proses/teknologi designnya sesuai dengan teknologi dan prinsip estetika, terlebih lagi suaranya yang indah dan nyaring, kuat serta lincah menonjolkan ciri alat musik zaman sekarang.


Kemudian ditambah lagi dengan ditumbuh-kembangkan oleh Cremona dan 3 clan pembuat biola paling terkenal dari Cremona yakni:, Amati, Stradivari dan Guarneri, hingga kini biola buatan mereka masih saja menjadi barang rebutan kolektor modern, dewasa ini masih diakui sebagai biola terbaik di dunia.


Pembuat biola zaman modern banyak yang giat mengupayakan perombakan dan pembaharuan, namun selalu saja tak mampu melebihi rancangan generasi pendahulu, walau terdapat sejumlah style pribadi ataupun perubahan mini, akan tetapi tetap tak bisa lepas dari pola semula, itulah sebabnya ada yang beranggapan, biola adalah item yang sudah maksimal di dalam sejarah teknologi umat manusia.


Teknik permainan dan kedudukan biola pada akhir abad ke 16 belum mencapai puncaknya, bagaimanapun perkembangan alat musik mengikuti dan saling mengisi dengan pemain dan komponis. Pada masa pertengahan abad ke 17, para komponis mulai khusus memperhatikan suatu bentuk musik untuk pertunjukan tertentu, seperti musik biola atau musik akustik, maka secara perlahan biola menggantikan peran viol.


Komponis Italia, Monteverdi secara resmi memasukkan biola ke dalam pertunjukannya, dan telah menciptakan banyak teknik bermain biola, menghasilkan lebih kaya lagi nada dan suara biola. Marini telah menulis banyak musik solo untuk biola. Sedangkan Corelli yang disebut sebagai “Bapak teknik biola modern”, adalah seorang pakar pertunjukan professional juga adalah seorang komponis, ia mulai mencipta sonata gaya biola dan 12 buah konser besar philharmonic orchestra (konser besar adalah bentuk awal dari konser).

Karena telah hadir para komponis seperti tersebut diatas yang membuat perkembangan dan posisi biola telah maju dengan langkah besar, juga telah mempengaruhi komponis dari aliran klasik seperti: Bach, Georg Friedrich Händel, Mozart dll. Pada zaman Barocco karena kemajuan musik biola, musiknya lambat laun lepas dari cara pementasan musik akustik gereja dan terbentuklah pertunjukan musik dalam ruang. Sampai zaman akhir Barocco, skala bentuk orkestra dan kerumitannya semakin bertambah, dan teknik pertunjukan alat musik juga semakin lama semakin rumit dan beraneka ragam. Teknik biola juga pada awal abad ke 19 dibawa ke puncaknya oleh pakar biola Italia, Paganini.

MASUK KE TIONGKOK

Ravanastron yang disebut-sebut pada awal tulisan ini, (pada awalnya) belum juga menyebar ke Tiongkok, ada yang masuk ke India menjadi “Ke Jia Kum”, akhirnya pada abad ke 13 baru masuk ke Tiongkok, itu adalah Hu Qin-ekor kuda dari zaman dinasti Song. Sesudah lewat 400 tahun, biola modern baru seiring dengan masuknya misionaris dan pedagang pada zaman dinasti Qing (baca: Ching) masuk ke Tiongkok. Penyebaran awal biola hanya terbatas pada kegiatan misionaris di dalam istana, setelah perang Candu, biola baru melalui sejumlah besar misionaris berikut orang bule merembes ke masyarakat Tiongkok, gereja dan sekolah seminari berbondong-bondong mendirikan kelompok musik philharmonic orchestra dan telah mendidik dan membina banyak personil musik ala barat. Sampai tahun 1927 tuan Cai Yuanpei dan Xiao Yumei di Shanghai mendirikan musik centre negeri, ini adalah sekolah musik tingkat tinggi yang dibangun paling awal di Tiongkok, dan semenjak itu telah dimulai sendiri pendidikan personil pertunjukan.

(Materi studi: Zhuang Zongping – Rahasia Biola) (erabaru.or.id)*

Seputar Permen Karet


Permen karet merupakan makanan yang sangat digemari masyarakat. Permen karet berasal dari Amerika, terbuat dari getah pohon atau damar gliserin yang ditambah larutan gula, peppermint dan bahan lainnya, kemudian diaduk dan dipress.

Manfaat mengunyah permen karet:

1. Menyegarkan bau mulut, terutama bagi yang suka mengonsumsi makanan beraroma keras seperti bawang merah dan bawang putih. Permen karet sangat efektif untuk menetralisir bau tersebut.

2. Permen karet dapat melekat erat, sehingga dapat membersihkan sisa-sisa makanan pada permukaan gigi. Sering mengunyahnya dapat meningkatkan produksi air liur yang dapat membersihkan rongga mulut dan gigi dengan lebih baik, sehingga resiko terbentuknya plak-plak gigi dapat dikurangi.

3. Ketika mengunyah permen karet, rongga mulut berulang-ulang melakukan gerakan menggigit, ini memperlancar aliran darah di bagian wajah, dan juga melatih otot-otot untuk mengunyah dan menggigit. Hasil penelitian seorang ahli dari Amerika, mengunyah permen karet setiap hari selama 15 menit dapat bermanfaat bagi kecantikan.

Kerugian mengunyah permen karet:

1. Pada waktu mengunyah permen karet, gula tinggal di dalam rongga mulut dalam waktu lama, maka bakteri dalam rongga mulut akan merubah gula menjadi asam yang akan mengurai kalsium gigi (email gigi) sehingga menyebabkan kerusakan pada gigi. Para ahli menganjurkan agar memilih permen karet xylitol sebagai pengganti gula, karena xylitol memiliki rasa dan nilai gizi yang sama dengan gula, namun tidak dapat difermentasi menjadi asam sehingga aman untuk gigi.

2. Hasil riset di Swiss menunjukan, sering mengunyah permen karet dapat merusak bahan tambalan gigi. Oleh sebab itu bagi seseorang yang menggunakan tambalan gigi dengan bahan air raksa sebaiknya jangan mengunyah permen karet. Karena mengunyah permen karet dapat mengurai senyawa air raksa tersebut, yang dapat meningkatkan jumlah kandungan air raksa dalam darah dan air kemih. Kelebihan zat tersebut dapat berpengaruh negatif terhadap otak, susunan syaraf pusat dan ginjal.

3. Anak-anak yang mengunyah permen karet dalam waktu lama, kemungkinan besar akan mempunyai kebiasaan menggertakkan gigi pada saat tidur karena otot-otot mulut dalam keadaan tegang, sehingga dapat mempengaruhi kualitas tidur mereka. Para ahli menyarankan agar anak-anak tidak mengunyah permen karet lebih dari 3-4 kali sehari dan tidak melampaui 10-15 menit.

4. Sering mengunyah permen karet bagi para remaja dapat berisiko memiliki bentuk wajah segi empat, karena otot-otot rahang mungkin terlalu terlatih sehingga sangat cepat pertumbuhannya. (Zhang Yantao/The Epoch Times/prm)

sumber

Buah-buahan dan Masalah Asam Lambung

fruits











Ada beberapa orang tua (lansia) malah tidak berani mengkonsumsi buah-buahan, karena setelah mereka mengonsumsi buah-buahan tersebut, lambung mereka terasa sangat tidak enak, kalau bukan karena asam lambung maka merasa lambung ‘dingin’.

Pada Kongres Gabungan Kedokteran Chinese dan Barat yang ke-2 di Universitas Kedokteran Jiaotong Xi’an, Prof. Sun Wansen, sebagai wakil ketua menyatakan : Hal itu dikarenakan sebagian besar air dari buah-buahan tersebut mengandung kadar gula yang tinggi, bahkan ada beberapa yang sifatnya dingin, dan kebanyakan orang tua memiliki lambung dengan taraf keasaman dan taraf kedinginan yang tidak sama.

Kong Zhuren mengatakan, bagi lansia yang memiliki kondisi lambung yang dingin diusahakan tidak mengonsumsi buah-buahan yang bersifat dingin, seperti: buah pear, jeruk Bali, pisang, dan lain-lain. Sedangkan buah-buahan lain seperti buah leci, apel, anggur, semangka, peach, aprikot, srikaya, nanas semua ini boleh dikonsumsi. Disarankan buah pear, apel dan buah yang lainnya yang akan dikonsumsi dikukus terlebih dulu, dengan demikian dapat mengurangi sifat dingin yang terkandung pada buah-buahan.

Biasanya dengan mengonsumsi kapulaga, biji adas, jahe segar, jahe mentah, dan juga minum kaldu atau kuah dari daging sapi dan kambing, kesemuanya itu dapat membantu menghangatkan lambung.

Para lansia yang memiliki kondisi lambung yang asam harus berhati-hati dalam mengonsumsi buah-buahan, karena sebagian besar air dari buah-buahan itu mengandung rasa manis asam, sedangkan sifat lambung sendiri memang asam, setelah mengonsumsi buah-buahan menjadi lebih asam, tentu saja akan menimbulkan perasaan yang tidak enak. Disarankan untuk mengonsumsi jenis sayuran yang mengandung rasa pahit dan sedikit pedas, seperti: Blonceng, cabe, jahe mentah, bawang bombai (jenis sayur-sayuran ini dapat mengendalikan pembentukan asam lambung) dan lain-lain, boleh mengonsumsi buah-buahan dengan jumlah yang sesuai, jangan berlebihan. (shi/mgl/epochtimes)*

sumber


Thursday, April 23, 2009

Misteri Tumpukan Batu Stonehenge

Stonehenge, adalah salah satu misteri alam yang hingga kini belum terpecahkan. Bagaimana dan untuk apa lingkaran batu raksasa itu dibuat hingga kini tak ada yang tahu.

Stonehenge merupakan sebuah monumen batu peninggalan manusia purba pada zaman Perunggu dan Neolithikum yang terletak berdekatan dengan Amesbury sekitar 13 kilometer barat laut Salisbury Plain, Propinsi Wilshire, Inggris.

Stonehenge merupakan Monumen Neolitik yang berbentuk tumpukan batu besar yang berdiri dan berjajar melingkar, yang dikenal sebagai megalit. Istilah Stonehenge sendiri berasal dari bahasa Inggris kuno stanhen gist, yang artinya batu-batu bergantung. Di sekitar batu-batu tersebut terdapat celah parit atau lekukan yang mengelilingi Stonehenge.

Stonehenge sendiri terdiri dari tiga puluh batu tegak (sarsens) dengan ukuran yang sangat besar (masing-masing batu pada mulanya seragam tingginya, yaitu 10 meter dengan masing-masing batu mempunyai berat 26 ton), semua batu tegak tersebut disusun dengan bentuk tegak melingkar yang dikenal sebagai megalithikum.

Masih banyak kontroversi tentang kapan dibuatnya monument tersebut. Sebagian besar arkeolog berpendapat bahwa tempat tersebut dibangun sekitar tahun 2500 SM dan 2000 SM. Namun melalui lekukan tempat dasar pembuatan monumen tersebut, diketahui dibangun sekitar abad 3100 SM.

Walaupun seusia dengan zaman Neolithikum yang menyerupai Stonehenge, Stonehenge mungkin memiliki keterkaitan dengan bulatan batu lain yang terdapat di British Isle seperti Cincin Brodgar namun ukuran trilitonnya sebagai contoh menjadikannya unik. Tempat ini dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986.

Di dalam 30 lingkaran batu besar tadi, juga masih terdapat sekitar 30 batu dengan ukuran yang lebih kecil yang dinamakan Lintels, yang disusun dengan bentuk melingkar juga.Tapi pada saat ini kebanyakan batu-batu tegak tadi telah terkikis dan jatuh.

Stonehenge terdiri dari batu-batuan yang disusun berdiri dan bertumpuk dengan pola melingkar. Di bagian pertama monumen Stongehenge terdapat lingkaran parit yang diameternya sekitar 115 meter dengan sebuah pintu gerbang di bagian timur laut. Di bagian luarnya terdapat sekitar 59 lubang yang dikenal sebagai lubang Aubrey (karena ditemuka oleh John Aubrey, ahli purbakala).

Beberapa lubang dan batu yang ada di sekitar Stonehenge dikenali juga sebagai tempat pemakaman. Selain adanya anggapan tempat tersebut dibuat sebagai tugu pembantaian oleh Hengist, dipercaya juga bahwa pada Zaman Perunggu (sekitar tahun 2.000 hingga 800 sebelum Masehi), Stonehenge memang sempat digunakan sebagai tempat upacara penguburan jenazah kepala wilayah setempat.

Banyak orang yang bertanya, mengapa bentuk lingkaran batu di Stonehenge dibuat semacam itu. Bentuk Stonehenge itu diyakini memiliki makna astronomi tertentu, dan dibangun berdasarkan pertimbangan yang matang dan akurat. Misalnya saja, sudut-sudut tertentu bisa dipakai untuk meneliti tentang posisi matahari dan bulan.

Prasejarah

Menurut Arkeolog inggris, Richard Jhon Coplan Atkinson (1950), Stonehenge kira-kira dibangun sekitar 5000 tahun silam, pembangunannya sendiri dibagi menjadi beberapa fase (I, II, IIIa, IIIb, dan IIIc). Tentunya dengan banyaknya tahapan fase dalam pembangunan Stonehenge, menunjukkan bahwa bangunan tersebut memerlukan waktu yang sangat lama dalam pengerjaannya, mulai dari pengangkutan batunya sendiri sampai tahap pengukiran pada setiap batunya.

Penemuan diketahui adanya ukiran disetiap batu Stonehenge, hal ini baru diketahui oleh para peneliti baru-baru ini. Menurut seorang Arkeolog, Tom Goskar, dengan metode scaning laser, ukiran-ukiran pada batu tersebut baru akan terlihat. Jika dengan mata telanjang tidak akan terlihat. Tentunya dengan ditemukannya bentuk-bentuk ukiran pada bebatuan, setidaknya bisa memberikan secercah harapan untuk menguak kegunaan Stonehenge pada masa lalu.

Kompleks Stonehenge dibangun dalam beberapa fase pembangunan selama 2.000 tahun dan sepanjang kurun waktu itu aktivitas terus berjalan. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya sesosok mayat seorang Saxon yang dipancung dan dikebumikan di tugu peringatan tersebut, dan kemungkinan mayat tersebut berasal dari abad ke-7 M.


Stonehenge I

Monumen pertama terdiri dari lingkaran tebing bulat dan parit berukuran 115 meter (320 kaki) diameter dan dengan satu pintu masuk di bagian timur laut. Fase ini adalah sekitar 3100 SM. Di bagian luar kawasan lingkaran terdapat 59 lubang, dikenal sebagai lubang Aubrey untuk memperingati Jhon Aubrey, arkeolog abad ketujuh belas yang merupakan orang pertama yang mengetahui lubang-lubang tersebut.

Dua puluh lima dari lubang Aubrey diketahui mempunyai perkebumian abu pada dua abad setelah berdirinya Stonehenge. Tiga puluh abu mayat diletakkan di dalam parit kawasan lingkaran dan bagian lain dalam kawasan Stonehenge. Tembikar Neolitikum akhir telah ditemukan bersama-sama ini memberikan bukti tanggal. Sebuah batu tunggal monolit besar yang tidak dilicinkan dikenal sebagai ‘Batu Tumit’ (Heel Stone) terletak di luar pintu masuk.


Stonehenge II

Bukti fase kedua tidak lagi kelihatan. Bagaimanapun bukti dari beberapa lubang tiang dari waktu masa ini membuktikan terdapatnya beberapa bangunan kayu yang dibangun dalam kawasan lingkaran sekitar awal milenium ketiga SM. Beberapa kesan papan yang didapati diletakkan pada pintu masuk. Fase ini sama dengan tempat Woodhenge yang terletak berdekatan.


Stonehenge IIIa

Ekskavasi arkeologi menunjukkan bahwa sekitar 2600 SM, dua lengkungan bulan sabit dibuat dari lubang (dikenal sebagai lubang Q dan R) yang digali di tengah-tengah lokasi. Lubang tersebut mengandung 80 batu biru tegak yang dibawa dari bukit Preseli, 250 batu di Wales. Batu-batu tersebut dibentuk menjadi tiang dengan teliti, kebanyakan terdiri dari batu jenis dolerite bertanda tetapi juga termasuk contoh batu rhyolite, tufa gunung berapi, dan myolite seberat 4 ton.

Pintu masuk dilebarkan pada masa ini menjadikannya selaras dengan arah matahari naik pertengahan musim panas dan matahari terbenam pertengahan musim semi masa tersebut. Monumen tersebut ditinggalkan tanpa disiapkan, sementara batu biru kelihatannya di pindah dan lubang Q dan R ditutup. Ini kemungkinan dilakukan pada masa fase Stonehenge IIIb.

Monumen ini kelihatannya melebihi tempat di Avebury dari segi kepentingannya pada akhir masa ini dan Amesbury Archer, ditemukan pada tahun 2002 tiga batu ke selatan, membayangkan bagaimana Stonehenge kelihatan pada masa ini. Stonehenge IIIa dikatakan dibangun oleh orang Beaker


Stonehenge IIIb

Pada aktivitas fase berikutnya pada akhir milenium ketiga 74 SM mendapati batu Sarsen yang besar dibawa dari kueri 20 batu di utara di lokasi Marlborough Downs. Batu-batu tersebut dikemaskan dan dibentuk dengan sambungan pasak dan ruas sebelum 30 didirikan membentuk bulatan tiang batu berukuran 30 meter diameter dengan 29 atap batu (lintel) di atas. Setiap bongkah batu seberat 25 ton dan jelas dibentuk dengan tujuan membuat kagum.

Batu orthostat lebar sedikit di bagian atas agar memberikan gambaran ia kelihatan lurus dari bawah ke atas sementara batu alang melengkung sedikit untuk menyambung gambaran bundar monumen lebih awal.

Di dalam bulatan ini terletak lima trilithon batu sarsen diproses dan disusun dalam bentuk ladam. Batu besar ini, sepuluh menegak dan lima batu alang, dengan berat masing-masing hingga 50 ton yang disambungkan dengan sambungan rumit. Ukiran pisau belati dan kepala kapak terdapat di sarsen.

Dalam masa ini, jalan sepanjang 500 meter dibangun, menuju ke arah timur laut dari pintu masuk dan mengandung dua pasang tambak selaras yang berparit di tengahnya. Terakhir dua batu portal besar dipasangkan di pintu masuk yang kini hanya tinggal satu, Batu Penyembelihan ( Slaughter Stone ) 4,9 meter (16 kaki) panjang. Hal ini dipercayai hasil kerja kebudayaan Wessex Zaman Perunggu awal, sekitar 2000 SM.


Stonehenge IIIc

Selepasnya pada Zaman Perunggu, batu biru kelihatannya telah ditegakkan semula, dalam bulatan antara dua tiang sarsen dan juga dalam bentuk ladam di tengah, mengikuti tata layout sarsen. Walaupun ia kelihatannya satu fase kerja yang menakjubkan, pembangunan Stonehenge IIIc dibangun kurang teliti berbanding Stonehenge IIIb, batu biru yang ditegakkan kelihatannya mempunyai pondasi yang tidak kokoh dan mulai tumbang.

Salah satu dari batu yang tumbang telah diberi nama yang kurang tepat sebagai Batu Penyembahan (Altar Stone). Dua bulatan lubang juga digali di luar bulatan batu yang dikenal sebagai lubang Y dan Z. Lubang-lubang ini tidak pernah diisi dengan batu dan pembangunan lokasi peringatan ini kelihatannya terbiarkan sekitar 1500 SM.


Stonehenge IV

Sekitar 1100 SM, jalan raya Avenue disambung sejauh lebih dari dua batu sampai ke Sungai Avon walaupun tidak jelas siapakah yang terlibat dalam kerja pembangunan tambahan ini.


Teori mengenai Stonehenge

Penelitian serius pertama dilakukan sekitar 1740 oleh William Stukeley. Stukeley keliru menyatakan bahwa lokasi ini dibangun oleh Druid, tetapi sumbangannya yang terpenting adalah mengambil gambar yang terukur mengenai lokasi Stonehenge yang membenarkan analisis yang lebih tepat tentang bentuk dan kepentingannya. Yang menunjukkan bahwa henge dan batunya disusun dalam bentuk tertentu yang mempunyai kepentingan astronomi.

Gerald Hawkins, Seorang Profesor Astronomi. Juga mengeluarkan pernyataan bahwa fungsi sesungguhnya dari Stonehenge dimasa lalu adalah sebagai Observatorium Astronomi yang canggih untuk meramalkan datangnya Gerhana Matahari ataupun Bulan (Stonehenge Decoded). Munurutnya, peletakkan setiap batu pada stonehenge mengandung kekayaan informasi untuk menunjang pernyataan tersebut.

Menurutnya, “Jika anda bisa memahami posisi pada setiap susunan batu, maka anda pasti dapat menyimpulkan mengenai kegunaan Stonehenge pada masa lalu”. Para Astronom lainnya juga menemukan siklus 56 tahun Gerhana Matahari dan Bulan dengan cara mendecode setiap batu pada Stonehenge.

Pada setiap batu tegak, merefleksikan posisi tertentu dari cahaya matahari, sehingga sangat akurat untuk menunjukkan siklus perhitungan astronomi. Sungguh hebat orang-orang zaman itu.

Bagaimana batu biru diangkut dari Wales telah banyak dibincangkan dan berdasarkan penelitian bahwa ia mungkin merupakan sebagian dari batu peringatan lebih awal di Pembrokeshire dan dibawa ke Dataran Salisbury (Salisbury Plain). Banyak arkeolog percaya bahwa Stonehenge merupakan percobaan mengekalkan dalam bentuk batu, bangunan papan yang bertaburan di Dataran Salisbury seperti Tembok Durrington.

Monumen ini diselaraskan timur laut - barat daya dan keutamaan diletakkan oleh pembangunnya pada titik balik matahari dan equinox sebagai contohnya, pada pertengahan pagi musim panas, matahari muncul tepat di puncak batu tumit (Heel stone), dan cahaya pertama matahari ke tengah Stonehenge antara dua susunan batu berbentuk ladam.

Ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Matahari timbul pada arah berlainan pada permukaan geografi tempat berlainan. Untuk penyelarasan itu tepat, ia mesti diperkirakan tepat untuk garis lintang Stonehenge pada 51° 11’. Penyelarasan ini, tentunya dasar bagi reka dan bentuk dan tempat bagi Stonehenge. Alexander Thom berpendapat bahwa lokasi tersebut diatur menurut ukuran yar megalitikum.

Maka sebagian pendapat bahwa Stonehenge melambangkan tempat observatorium kuno, walaupun berapa jauh penggunaan Stonehenge untuk tujuan tersebut dipertentangkan. Sebagian pendapat pula mengemukakan teori bahwa ia melambangkan farah besar (Artikel dari the Observer), komputer atau juga lokasi pendaratan makhluk asing.

Banyak perkiraan mengenai pencapaian mesin diperlukan untuk membangun Stonehenge. Mengandaikan bahwa batu biru ini dibawa dari Wales dengan tenaga manusia dan bukannya oleh gletser sebagaimana dugaan Aubrey Burl, pelbagai cara untuk memindahkannya dengan menggunakan tali dan kayu.

Pada 2001, suatu percobaan untuk mengalihkan satu batu besar sepanjang jalan darat dan laut yang mungkin dari Wales ke Stonehenge. Sukarelawan menariknya di atas luncur (sledge) kayu di daratan tetapi jika dipindahkan ke replika bot prasejarah, batu tersebut tenggelam di Selat Bristol.

Ukiran senjata pada sarsen adalah unik pada seni megalitikum di Kepulauan British (British Isles) di mana desain lebih abstrak, begitu juga batu berbentuk ladam kuda adalah luar biasa bagi kebudayaan yang mengatur batu dalam bentuk bundar.

Motif tersebut biasa bagi penduduk Brittany pada masa itu dan pada dua fase Stonehenge telah dibangun di bawah pengaruh continental influence. Ini dapat menjelaskan pada satu tahap, tentang reka dan bentuk monumen, tetapi pada keseluruhannya, Stonehenge masih dapat dijelaskan dari segala konteks kebudayaan Eropa prasejarah.

Perkiraan mengenai tenaga manusia yang diperlukan untuk membangun pelbagai fase Stonehenge meletakkan jumlah keseluruhan yang terlibat atas berjuta jam manusia bekerja. Stonehenge I kemungkinan memerlukan sekitar 11.000 jam, Stonehenge II sekitar 360.000 dan pelbagai baian bagi Stonehenge III mungkin melibatkan sehingga 1.75 juta jam. Membentuk batu-batu ini diperkirakan memerlukan 20 juta jam manusia menggunakan perkakas primitif yang terdapat pada masa itu.

Mitos dan legenda


Ada beberapa dugaan bagaimana Stonehenge bisa terbentuk. Tulisan pertama yang dibuat pada abad ke-9, menggambarkan bahwa Stonehenge dibangun sebagai tugu peringatan atas 400 bangsawan yang dibunuh oleh Hengist pada tahun 472 karena dianggap berkhianat. Penjelasan tersebut oleh beberapa sejarawan lalu dikaitkan dengan sejumlah dongeng setempat.

Ada juga pendapat yang menghubungkan Stonehenge dengan peran kaum druids (para dukun pada masa itu—red) yang menggunakan tempat tersebut sebagai tempat pemujaan. Bahkan tak sedikit yang percaya bahwa Stonehenge memang ada hubungannya dengan legenda Merlin, penyihir tersohor pada masa itu. Konon, batu-batu itu diterbangkan dari Irlandia dan dijatuhkan oleh penyihir Merlin. Namun pendapat yang menghubungkan dengan praktik perdukunan tersebut banyak dibantah, karena perdukunan belum ada di Inggris hingga tahun 250 sebelum Masehi.

Dugaan lain, tempat itu adalah sebuah candi milik bangsa Romawi, yang dipersembahkan untuk Dewa Cnelus. Sementara yang lainnya mengatakan bahwa Stonhenge didirikan oleh orang-orang Denmark. Hingga akhir abad ke-19 tempat itu lebih sering dihubung-hubungan dengan kepentingan ekpansi Saxon.

Sedangkan dugaan yang lebih ilmiah tentang fungsi Stonehenge adalah tempat yang digunakan untuk mengetahui perhitungan astronomi atau perhitungan kalender. Dari sana, para pengamat astronomi bisa meramal dan menandai berbagai peristiwa penting dalam kalender prasejarah. Misalnya saja untuk mengukur pergerakan matahari, bulan, dan bintang, sehingga waktu pergantian musim akan lebih mudah diketahui.

Batu Tumit (The Heel Stone) pada suatu masa dikenal sebagai Friar’s Heel. Cerita rakyat, yang tidak dapat dipastikan asalnya lebih awal dari abad ke tujuh belas, menceritakan asal nama batu ini.

Sebagian pendapat mendakwa Tumit Friar (“Friar’s Heel”) adalah perubahan nama “Freya’s He-ol” atau “Freya Sul”, dari nama Dewa Jerman Freya dan (didakwa) perkataan Welsh bagi “laluan” dan “hari matahari” menurut turutan.

Sebuah argumen yang mengejutkan tentang sejarah Stonehenge di kemukakan oleh seorang ahli Sejarah dan Topografi Irlandia, Gerald Wales. Dia menyebutkan bahwa Manusia Raksasa telah membawa batu-batu maha besar tersebut dari Afrika ke Inggris.

Dari struktur geologi pada batu-batu penyusun Stonehenge sendiri memang menunjukkan bahwa batu-batu maha besar itu bukanlah berasal dari wilayah Eropa, karena strukturnya sangat berbeda, namun mirip dengan batu-batuan dari wilayah Afrika.

Stonehenge juga dikaitkan dengan legenda Raja Arthur. Geoffrey dari Monmouth berkata bahwa tukang sihir Merlin telah melakukan pemindahan Stonehenge dari Irlandia, di mana ia telah dibangun di Gunung Killaraus oleh raksasa yang membawa batu-batu tersebut dari Afrika.

Jika Manusia raksasa itu memang ada, seperti yang kita ketahui, pembangunan The Great Pyramid Giza Mesir, katanya juga ada sangkut pautnya dengan para Manusia Raksasa. Bagaimana cara mereka membawa batu-batu berat tersebut? Mungkin hal ini dimungkinkan jika Manusia Raksasa dengan tinggi 7-10 meter yang mengangkut sekaligus menyusun bebatuan tersebut.

Sumber : http://misteridunia.wordpress.com/2008/10/02/monumen-stonehenge/


Selain bentuknya yang unik, hal lain yang masih misterius adalah bagaimana batu-batu raksasa Stonehenge bisa sampai ke Wiltshire. Sebab, jenis batu-batu tersebut dipercaya berasal paling tidak dari Wales, yang letaknya cukup jauh dari sana.

Ada orang yang percaya pada teori bahwa batu-batu itu sampai di Wiltshire akibat gletser . Tapi juga orang yang yakin bahwa batu-batu tersebut memang sengaja dibawa manusia dari Wales. Namun jika batu-batu tersebut memang di bawa oleh manusia, banyak yang menyangsikan batu-batu itu bisa diangkut dari Wales, mengingat ukuran batu yang besar dan medan yang tak terjangkau.

Untuk membuktikan teori yang menyatakan batu-batu tersebut dibawa oleh manusia pada zaman itu, pada tahun 2001 pernah dilakukan uji coba dengan membawa batu raksasa menggunakan tali dan balak, dengan mengarungi jalan darat dan laut dari Wales ke lokasi Stonehenge. Namun percobaan tersebut gagal dan kembali menyisakan pertanyaan bagaimana sebenarnya batu raksasa tersebut bisa sampai ke tempat itu. Untuk mengangkat dan membawa batu-batu raksasa yang beratnya mencapai puluhan ton itu diperlukan ratusan orang. Itulah sebabnya, mengapa sebagian orang menjadi percaya pada mitos bahwa batu raksasa itu sampai di sana karena upaya sihir.

Bayangkan saja, lingkaran batu pertama (yang kini menjadi lingkaran bagian dalam) terdiri dari batu-batu kecil jenis bluestone yang disusun ke atas. Batu-batu itu sepertinya runtuh sebelum selesai dibangun. Batu-batu tersebut dipercaya berasal dari pegunungan Prescelly, sekitar 240 mil dari Wiltshire.

Batu-batu bluestone itu masing-masing beratnya mencapai 4 ton. Untuk membuat lingkaran batu pertama saja paling tidak diperlukan kurang lebih sebanyak 80 batu.

Sedangkan batu-batu sarsen raksasa (yang membentuk lingkaran terluar), masing-masing beratnya mencapai 50 ton dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

Misteri lain dari Stonehenge adalah, tiga lapisan tumpukan batu itu tidak terbentuk sekaligus, melainkan setahap demi setahap. Tentu saja, dengan proses yang hingga kini belum diketahui seperti apa pastinya.

Karena misteri dan keunikannya, Stonehenge telah masuk dalam salah satu World Heritages sites UNESCO pada tahun 1986. Stonehenge juga bisa dikunjungi sebagai tempat pariwisata.

Jika dulu para pelancong bisa bebas memasuki wilayah Stonehenge dan boleh menyentuh batu-batu, kini tidak lagi. Lokasi Stonehenge telah dikelilingi tali pembatas sehingga pelancong hanya bisa melihat dari jarak satu setengah meter. Ini untuk mengindari stangan-tangan jahil yang bisa merusak Stonehenge. Meski demikian, keindahan dan misteri Stonehenge tetap membuat banyak orang penasaran untuk berkunjung ke sana.

sumber

Monster Kutub Lebih Ganas dari T-rex



Tyrannosaurus rex
alias T-rex mungkin tak ada apa-apanya dibandingkan seekor reptil raksasa yang pernah hidup di laut Arktik, Kutub Utara, pada zaman Jurassic. Gigitannya diperkirakan sanggup untuk menghancurkan sebuah mobil.

Monster laut yang disebut Predator X ini diperkirakan hidup 147 juta tahun lalu. Fosilnya ditemukan di Svarbald, Norwegia, dan baru digali sebagian tengkoraknya pertengahan tahun 2008.

“Dengan tengkorak lebih dari 3 meter, Anda bisa bayangkan begitu kuat gigitannya,” ujar Joern Hurum, Associate Professor Paleontology Vertebrata di Museum Sejarah Nasional Universitas Oslo yang memimpin penggalian. Giginya saja masing-masing sepanjang 30 sentimeter.

Dengan struktur rahang seperti itu, kalkulasi kekuatannya diperkirakan 10 kali lipat gigitan aligator, buaya, dan hiu yang tekuat saat ini dan empat kali gigitan T-rex. Sementara itu, ukuran tubuh seluruhnya sekitar 15 meter dengan berat 45 ton.

Makhluk tersebut dimasukkan dalam kelompok pliosaur, jenis reptil raksasa pemakan daging berleher pendek. Fosil reptil-reptil raksasa banyak ditemukan di Svarbald, dan ini yang terbesar. Setahun sebelumnya, di kawasan tersebut juga ditemukan fosil pliosaur yang sedikit lebih kecil dan disebut The Monster.

Sumber : http://mosz.wordpress.com/2009/03/22/monster-kutub-lebih-ganas-dari-t-rex/

Uniknya Otak Manusia

Tidak hanya penuh dengan misteri yang belum bisa diungkapkan oleh para ilmuwan hingga saat ini, otak manusia pun memiliki berbagai keunikan yang bvelum banyak diketahui orang. Inilah keunikan tersebut:

Otak Pengkomsumsi Energi Terbesar
Walaupun hanya memiliki berat sebesar 2% dari semua berat badan kita, otak membutuhkan 15% dari keluaran jantung dan 20% dari total asupan oksigen ke dalam tubuh. Menariknya, walaupun otak sedang beristirahat, namun kebutuhan akan oksigen tetap ada. Oksigen disuplai oleh tiga arteri utama. Jika salah satunya tersumbat, maka kita akan terkena stroke. Tidak hanya itu, otak juga butuh tengkorak yang khusus dan berukuran besar jika dibandingkan dengan tengkorak lainnya.

Otak Tumbuh Sempurna di Usia 7 Tahun
Pada usia tujuh tahun, ukuran otak telah mencapai 95% ukuran otak orang dewasa. Sejak usia 2 tahun, energi yang dibutuhkan oleh otak sama dengan energi yang dibutuhkan pada orang dewasa. Otak pria juga lebih besar daripada otak wanita. Tapi, bukan berarti bahwa ada keuntungan tertentu bagi mereka yang punya otak lebih besar. Misalnya wanita mempunyai hippocampus yang lebih besar, yang ada kaitannya dengan bau dan ingatan, sementara pria, cenderung punya amygdala dan hypothalamus yang lebih besar, namun tidak diketahui efeknya.

Otak Tidak Merasa Sakit
Ada operasi yang dilakukan pada otak tanpa harus menggunakan bius. Otak ternyata tidak mempunyai reseptor sakit. Sementara itu sakit kepala bukan karena adanya rangsangan terhadap reseptor sakit di otak, tapi di selaput otak, yang disebut durameter, yang dipenuhi dengan reseptor rasa sakit, dan durameter inilah yang merasakan sakit pada saat kita pusing.

Berapa Persen Otak yang Digunakan?
Anggapan kita hanya menggunakan 10% otak sama sekali tidak benar. Berbagai teknik penjejakan otak menunjukkan bahwa sebagian besar otak tidak hanya diam. Berbagai aktifitas rumit yang ada akan menggunakan sebagian besar otak ini. Dengan mengamati efek trauma kepala, diperlihatkan juga bahwa tidak ada area dalam otak yang dapat menderita kerusakan tanpa adanya efek. Kerusakan sekecil apapun, efeknya akan besar, jadi dengan kata lain, sebenarnya kita menggunakan sebagian besar otak kita, bahkan mungkin semuanya.

Sel Otak Beregenerasi
Mitos yang berkembang selama beberapa abad terakhir menunjukkan bahwa sel otak tidak beregenerasi. Tapi, selama satu dekade belakangan, diketahui bahwa sel otak dapat dan bisa dibantu untuk memperbaiki diri sendiri

Berbagai Potensi Daya Pikir

Teori probabilitas kejadian
Probabilitas merupakan angka kemungkinan yang memiliki rentang nilai dari 0 – 1. Semakin probabilitas mendekati 1 maka dikatakan semakin mungkin sesuatu pasti terjadi. Begitu pula sebaliknya. Para ahli probabilitas membagi daerah kemungkinan dalam dua wilayah besar yaitu :

  1. Kurang dari 0.5 = tidak mungkin terjadi
  2. Di atas 0.5 = mungkin terjadi
  3. 0.5 = batas ambang antara tidak mungkin dan mungkin

Jadi, bisa dikatakan bahwa orang-orang yang “bermain” di wilayah probabilitas di atas 0.5 adalah orang-orang yang lebih mengandalkan logika. Sedangkan yang sebaliknya, adalah orang-orang yang lebih mengandalkan naluri. Bagaimana dengan yang “bermain” di wilayah batas ambang ? Ini barangkali yang dikatakan “orang bingung, ragu, dll”

Probabilitas di atas 0.5
Konon, manusia yang memiliki struktur otak kanan yang lebih besar dari otak kirinya, akan memiliki kemampuan logika yang (semestinya…) luar biasa. Artinya, kemampuan cara berpikirnya lebih banyak dipengaruhi oleh gejala-gejala alam yang bersifat logis dan pasti. Sedangkan gejala-gejala alam yang bersifat ketidakpastian, mungkin dan tidak mungkin, biasanya dinomor-duakan. Khususnya gejala-gejala yang bersifat kemungkinan, biasanya masih digunakan selama memiliki tingkat probabilitas yang mendekati kepastian (di atas 0.5).

Potensi positif dari wilayah ini :

  1. Cara berpikir yang logis, rasionalis, praktis, dengan didukung oleh data dan informasi yang (biasanya dan seharusnya) valid dan up to date.
  2. Lebih percaya diri dalam menghadapi hidup di dunia.
  3. Tidak gampang menyerah dalam menghadapi masalah.

Potensi negatif dari wilayah ini :

  1. Tidak mudah menerima hal-hal yang bersifat tidak logis, irrasional, non-praktis. Padahal pada kenyataannya di dunia ini hal-hal seperti di atas tidak dapat dihindari.
  2. Sikap percaya diri yang berlebihan dapat menimbulkan sifat sombong, arogan, ambisius.
  3. Kekuatan logika yang dijadikan pedoman, pada level tertentu akan menjadi “keyakinan”, “way of life”, atau bahkan “agama” baru bagi dirinya.
  4. Pada saat menghadapi masalah yang sarat dengan gejala-gejala irrasional dan tidak logis, biasanya akan menghadapi “pertarungan hebat” di dalam dirinya. Bila hal ini berlanjut pada level tertentu akan berakibat fatal bagi dirinya.

Probabilitas di bawah 0.5
Konon, manusia yang memiliki struktur otak kiri yang lebih besar dari otak kanannya, akan memiliki naluri yang (semestinya…) luar biasa. Artinya, kemampuan cara berpikirnya lebih banyak dipengaruhi oleh gejala-gejala alam yang bersifat irrasional dan ketidakpastian. Sedangkan gejala-gejala alam yang bersifat logis dan pasti, biasanya dinomor-duakan. Gejala-gejala alam yang bersifat logis dan pasti akan dianggap sesuatu yang tidak perlu dipikirkan (idealnya….), karena sudah pasti.

Potensi positif dari wilayah ini :

  1. Lebih menganggap hal biasa untuk gejala-gejala alam yang pasti. Artinya, tidak akan menjadi beban pikiran.
  2. Sikap percaya diri yang timbul biasanya dipicu oleh “keyakinan” akan “sesuatu”. Keyakinan di sini lebih diartikan pada “way of life” atau agama/kepercayaan.
  3. Setiap menghadapi masalah, selalu berpedoman pada adanya “kekuatan lain” yang akan selalu menyertainya.

Potensi negatif dari wilayah ini :

  1. Terlalu menggampangkan gejala-gejala yang bersifat logis dan pasti, dapat berakibat pada “malas berpikir”.
  2. Sikap percaya diri yang timbul dari “keyakinan” akan “sesuatu” yang tidak proporsional dapat mengakibatkan pola pikir yang selalu mengarah pada hal-hal yang bersifat klenik, mistik, dan sejenisnya.
  3. Bergantungnya diri pada hal-hal yang irrasional yang berlebihan dapat menyebabkan pola pikir yang mengarah ke hal-hal yang bersifat prasangka (dugaan semata). Apalagi yang mengarah pada prasangka buruk.

Batas ambang 0.5
Orang-orang yang berada pada batas ambang ini sudah pasti tidak memiliki satupun potensi kebaikan. Segala hal selalu ditimbang dan dipikirkan dalam wilayah yang “mengambang”.

Wilayah Optimal
Orang-orang yang mampu berada pada seluruh rentang daerah probabilitas seperti di atas adalah orang-orang yang telah berhasil mengoptimalkan“daya pikir”-nya.

Beberapa kemampuan yang timbul dari wilayah optimal (yang menurut orang biasa adalah tidak lazim) adalah sebagai berikut :

  1. Hipnotist. Yaitu orang yang mampu mempengaruhi orang lain. Pembangkitan potensi otak kanan yang di “rangsang” oleh potensi otak kiri dalam skala prosentasi tertentu akan mampu menimbulkan energi di sekitar otak yang pada saat-saat tertentu dapat dipancarkan melalui mata atau dahi pada target yang akan dipengaruhi.
  2. Magnetist. Yaitu orang yang mampu mempengaruhi orang lain melalui media sentuhan kulit. Seperti pada no. 1), bila energi yang terbangkitkan di otak, dengan disertai pembangkitan sumber energi lain pada tubuh, yang kemudian ditransfer melalui pori-pori kulit dengan media “bioplasmik” maka akan mampu mempengaruhi bahkan “memanipulasi” keadaan orang lain.
  3. Telepathist. Yaitu orang yang mampu mempengaruhi orang lain secara jarak jauh. Seperti pada no. 1). dan no. 2), bila energi yang terbangkitkan cukup besar maka tidak menutup kemungkinan untuk melakukan transfer energi melalui udara alam sekitar. Biasanya, telepathist telah mampu membangkitkan wilayah potensi energi yang disebut dengan “daya cipta”. Wilayah energi daya cipta inilah yang bila tersalah dalam membangkitkan dan menggunakannya akan menjadi potensi energi prasangka.
  4. Tele-kinesyst. Yaitu orang yang mampu menggerakkan sesuatu secara jarak jauh. Seperti pada no. 3), bila wilayah potensi energi daya cipta telah mampu dibangkitkan pada level tertentu maka bukan tidak mungkin seseorang akan mampu menggerakkan sesuatu dari jarak jauh. Contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari pada saat terjadi kebakaran bisa saja seseorang mampu mengangkat kulkas sendirian.Hal ini oleh karena kondisi kritis yang memaksa dirinya membangkitkan wilayah potensi energi daya cipta untuk “bisa” mengangkat kulkas. Memang sepertinya kulkas disentuh tangan. Padahal sesungguhnya energi daya cipta yang keluar dari dirinya melalui seluruh tubuhnyalah yang “mengangkat” kulkas tersebut.
  5. Illusionist. Yaitu orang yang mampu menciptakan ilusi/tipuan mata pada orang lain. Sesungguhnya illusionist adalah pengembangan dari kemampuan seperti yang telah diuraikan di atas, dengan skala prosentasi penggunaan wilayah potensi energi yang berbeda.
  6. Mentalist. Yaitu orang mampu menggunakan kekuatan mental/jiwa-nya untuk melakukan sesuatu yang menurut orang lain tidak lazim. Dalam hal ini orang dimaksud telah mampu menyeimbangkan kekuatan naluri dan logikanya pada level tertentu.
  7. Supra-naturalist. Yaitu orang mampu melakukan hal-hal irrasional bagi orang awam. Orang seperti ini sesungguhnya telah mengkhususkan dirinya untuk membangkitkan kekuatan nalurinya pada level yang tertentu hingga mampu menembus dinding pembatas antara dunia rasional dan dunia irrasional.
  8. Multi-dimentionalist. Istilah ini jarang sekali dipakai. Yaitu orang yang telah mengoptimalkan dirinya hingga mampu berdiri di ruang multi-dimensi dalam waktu yang bersamaan. Biasanya, kemampuan ini hanya dimiliki oleh tokoh-tokoh suci agama.

Catatan kecil
Terkadang, antar potensi di atas dapat bercampur secara acak pada satu orang, tergantung bagaimana orang tersebut mengembangkan dirinya.

Banyak orang di dunia ini tidak menyadari potensi dirinya, sehingga di kesehariannya bisa saja dia dapat berlaku menjadi salah satu dari tujuh jenis wilayah optimal di atas, walau sesaat, jarang, ataupun terjadi secara berkala.
Maka bodohlah diri sendiri bila terkecoh pada fenomena yang ditampakkan dengan sengaja oleh orang-orang yang berkemampuan seperti di atas.

Sumber :